DINAS PU PR KABUPATEN BANGKA BARAT MEMBERIKAN BANTUAN INTERVENSI SENSITIF KEPADA KELUARGA BERESIKO STUNTING (KRS) DI DESA BERANG, AIR MENDUYUNG DAN DESA SIMPANG TIGA



DOK Dinas PUPR Tahun 2025

DINAS PUPR- Dalam rangka percepatan penurunan stunting, diperlukan intervensi yang berfokus pada peningkatan akses air minum aman dan sanitasi layak di wilayah lokus stunting. Ketersediaan infrastruktur dasar yang memadai diyakini mampu mendukung tercapainya lingkungan sehat, menurunkan angka penyakit berbasis lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui Program Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas PUPR berupaya menghadirkan layanan air minum perpipaan yang terjamin kuantitas, kualitas, dan kontinuitasnya. Program ini menyasar masyarakat di wilayah lokus stunting yang sebelumnya masih bergantung pada sumber air tidak terlindungi maupun air yang berpotensi tercemar. Dengan adanya jaringan perpipaan, diharapkan rumah tangga dapat lebih mudah memperoleh air minum layak dan aman sehingga risiko penyakit diare, maupun gizi buruk akibat infeksi dapat ditekan.

Selain itu, dilaksanakan pula Pembangunan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALDS) sebagai langkah nyata penyediaan layanan sanitasi yang layak dan aman. Kegiatan ini mencakup pembangunan sarana pengolahan air limbah rumah tangga (seperti tangki septik individual maupun komunal dengan standar teknis), sistem resapan, dan jaringan pembuangan yang sesuai kaidah kesehatan lingkungan. Kehadiran SPALDS diharapkan mampu mengurangi praktik buang air besar sembarangan (BABS), mencegah pencemaran sumber air baku, serta menekan penyebaran penyakit berbasis air yang berkontribusi langsung terhadap kejadian stunting.

Secara umum, integrasi antara pembangunan SPAM jaringan perpipaan dan SPALDS di lokus stunting merupakan bentuk intervensi konkrit dalam mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga melibatkan pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan, pengelolaan, dan pemeliharaan infrastruktur agar keberlanjutan layanan dapat terjaga.

Dengan tersedianya air minum aman dan sanitasi layak melalui program ini, diharapkan tercipta lingkungan yang sehat, kualitas kesehatan ibu dan anak meningkat, serta risiko stunting dapat ditekan secara signifikan.